MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA
Oleh : Winda Ylia Astuti 15410161
Hari
Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober itu, diperingati pula
oleh mahasiswa Universitas PGRI Semarang yang diadakan siang tadi Jum’at 28
Oktober 2016. Yang diadakan di sebuah parkiran Gedung Utama Universitas PGRI
Semarang. Banyak mahasiswa yang menuliskan kata-kata semangat perjuangan diatas
kertas berwarna, keudian ditempelkan di sebuah kain yang sudah disediakan atau
sudah disiapkan dari pihak tersebut. Banyak kata-kata semangat perjuangan
seperti “yang muda yang berkarya” kemudian “semangat anak muda Indonesia” dan
lain sebagainya. Beberapa mahasiswa dari Universitas PGRI Semarang dari
beberapa program studi yang membacakan puisi tetang sumpah pemuda. Ada
mahasiswa yang berorasi di depan Gedung Utama Universitas PGRI Semarang dengan
judul “Prajurit Jaga Malam” karya WS Rendra
PRAJURIT
JAGA MALAM
Waktu jalan.
Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !
1948
Siasat,
Th III, No. 96
1949
Siasat,
Th III, No. 96
1949
Dengan
terik matahari yang lumayan menyengat, penonton yang mulai mungkin lelah dan
kepanansan, banyak penonton yang berteduh dan duduk, sambil menyaksikan orasi
yang di tampilkan oleh mahasiswa Universitas PGRI Semarang. Tapi dengan tempat
yang menurut saya tidak cukup strategis karena di sebuah prakiran. Membuat
banyak pengunjung yang mengabaikan atau tidak memperhatiikan atau tidak
mendengarkan semangat mahasiswa ketika berorasi.
Doa Seorang
Serdadu Sebelum Perang
Oleh : W.S.
Rendra
Tuhanku,
WajahMu membayang di kota terbakar
dan firmanMu terguris di atas ribuan
kuburan yang dangkal
WajahMu membayang di kota terbakar
dan firmanMu terguris di atas ribuan
kuburan yang dangkal
Anak menangis kehilangan bapa
Tanah sepi kehilangan lelakinya
Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia
Tanah sepi kehilangan lelakinya
Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia
Apabila malam turun nanti
sempurnalah sudah warna dosa
dan mesiu kembali lagi bicara
Waktu itu, Tuhanku,
perkenankan aku membunuh
perkenankan aku menusukkan sangkurku
sempurnalah sudah warna dosa
dan mesiu kembali lagi bicara
Waktu itu, Tuhanku,
perkenankan aku membunuh
perkenankan aku menusukkan sangkurku
Malam dan wajahku
adalah satu warna
Dosa dan nafasku
adalah satu udara.
Tak ada lagi pilihan
kecuali menyadari
-biarpun bersama penyesalan-
adalah satu warna
Dosa dan nafasku
adalah satu udara.
Tak ada lagi pilihan
kecuali menyadari
-biarpun bersama penyesalan-
Apa yang bisa diucapkan
oleh bibirku yang terjajah ?
Sementara kulihat kedua lengaMu yang capai
mendekap bumi yang mengkhianatiMu
Tuhanku
Erat-erat kugenggam senapanku
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku
oleh bibirku yang terjajah ?
Sementara kulihat kedua lengaMu yang capai
mendekap bumi yang mengkhianatiMu
Tuhanku
Erat-erat kugenggam senapanku
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku
Mimbar Indonesia
Th. XIV, No. 25
18 Juni 1960
Th. XIV, No. 25
18 Juni 1960
Mungkin karena cuaca yang panas di
sebuah parkiran Gedung Utama Universitas PGRI Semarang, membuat para pengunjung
yang menyaksika orasi berteduh, dan membuat miris lagi sedikit sekali yang
mengunjungi orasi, dan itupun hanya beberapa saja yang memperhatikan jalannya
orasi tersebut. Mungkin cukup sulit untuk menarik perhatian para pengunjung
untuk dapat memperhatikan jalannya orasi tersebut. Namun ada beberapa mahasiswa
yang benar-benar memperhatikan jalannya orasi terebut, hati mereka bergemuruh
dengan datangnya hari Sumpah Pemuda, mereka merasakan semangat perjuangan ketika
Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa-bangsa lain terutana Negara Belanda yang
cukup lama menjajah Bangsa Indonesia. Yang benar-benar memperhatikan akan
merasakannya dan menambah semangat mahasiswa tersebut untuk menjaga Bangsa
Indonesia agar tidak dijajah kembali oleh Bangsa lain. Dengan cara belajar dan
menjadi orang yang sukses. Dengan begitu
kita juga bisa disebut melanjutkan semangat perjuangan pemuda zaman
dahulu.
Dengan adanya memperingati hari
Sumpah Pemuda yang berbunyi :
1. Kami
poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah joeang satoe, tanah
Indonesia.
2. Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe
berbangsa joeang satoe, bangsa Indonesia.
3. Kami poetra dan poetri Indonesia menjoenjoeng
bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Dengan
itu, kita dapat mengingat semangat perjuangan pemuda Indonesia dulu, dan dapat
kita tanamkan semangat perjuangan tersebut dalah hati kita atau dalam diri
kita. Agar tumbuh semangat baru dalam diri kita untuk tetap berjuang atau
berkarya dalam bidang kita masing-masing atau kemampuan kita masing-masing untuk
menghasilkan karya yang memuaskan. Atau mereka yang berprofesi sebagai
gurudapat menciptakan pemuda-pemuda
penerus kita kelak dapat memiliki jiwa perjuangan atau jiwa semangat yang
tumbuh dalam hati mereka atau tubuh dalam diri mereka.
ACARA BULAN BAHASA
Acara bulan bahasa yang dilaksanakan
tepatnya pada hari Kamis, 27 Oktober 2016 bertempat di Balairung Universitas PGRI Semarang. Acara
bulan bahasa ini yang di laksanakan atau di peringati setiap tahunnya yang di
meriahkan oleh mahasiswa Universitas PGRI Semarang. Dnegan backgroun yang
sangat apik dan lampu-lampu yang dapat menari-nati dengan lincahnya. Dengan
dihadiri ratusan mahasiswa dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni dan dengan
memakai pakaian adat dari berbagai daerah di indonesia ada yang memakai adat papua,
jawa dan lain-lain.
Acara bulan bahasa kemarin sangatlah meriah,
berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Sungguh ini sangatlah meriah. Dalam acara
tersebut mengadakan lomba yang diajukan untuk para mahsiswa Universitas PGRI
Semarang khususnya Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni. Dengan berbagai
tampilan-tampilan dari mahasiswa Universitas PGRI Semarang. Ada yang
menampilakan tari, ada juga dance. Seolah-olah meraka menunjukan bakat mereka
yang terendam.
Acara tersebut mmengingatkan kita
pada satu kesatuan. Meskipun Bangsa Indonesia memiliki berbeda-beda bahasa,
agama, suku, ras, dan sebagainya namun tidak membeda-bedakan. Semuanya tetap
sama dan memiliki bahasa kesatuan yaitu bahasa Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar