Sabtu, 24 Desember 2016

ESAI UPGRIS BERSASTRA
Oleh : Winda Yulia Asuti 15410161

            UPGRIS BERSASTRA yang dilaksanakan pada hari Rabu, 19 Oktober 2016. Tepatnya di Balairung Universitas Pgri Semarang. Acara UPGRIS Bersastra ini unutk memeringati Bulan Bahasa yang diadakan setiap tahunnya di Universitas PGRI Semarang. Acara ini di khususkan untuk FPBS (Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni).
            Dengan suasana panggung yang megah dan mewah, background yang sangat unik, pencahayaan yang begitu kerennya menari-nari dengan sangat lincah dan tempat duduk yang sudah ditata sedemikian rupa, dengan posisi melengkung yang begitu indah. Ruangan yang di penuhi dengan penonton yang sangat antusias untuk datang di acara UPGRIS Bersastra tersebut.
            Tarian yang ditunjukan oleh beberapa mahasiswa dari Universitas PGRI Semarang  itu juga sangat bagus sekali dengan gerakan-gerakan yang sangat lincah dan lentur, membuat penonton lebih tertarik untuk melihat lebih lanjut tarian tersebut. Akhir tarian diiringi tepuk tangan yang sangat meriah sekali dari penonton, karena mungkin mereka merasa puas dengan penampilan.
            Triyanto Triwikromo seorang direktur, seorang dosen. 30 (tiga puluh) tahun  perjalanan sebagai pengarang. 3 buku, 3 pembaca, 3 kritikus, dan 1 pegarang, yang dibawakan oleh Dr. Harjito dosen dari Universitas PGRI Semarang. Rektor Universitas PGRI Semarang  Dr. Muhdi, S.H., H.Hum yang membacakan puisi karya Triyanto Triwikromo yang berjudul “takziah” dengan sangat bagus, karena membuat suasana manjadi hening, seakan dalam ruangan tersebuat atau penonton terbawa suasana, seakan mereka berada dalam kisah puisi yang di bacakan oleh Rektor Universitas PGRI Semarang tersebut.
seorang rektor Universitas PGI Semarang yang mengambil jurusan hukum tapi beliau mampu membacakan puisi karya Triyanto Triwkiromo dengan sangat bagus. Sampai para penonton yang tadinya ramai mendadak hening memperhatikan dan mendengarkan rektor Universitas PGRI Semarang yang sedang membacakan puisi. Ketika rektor memainkan gitar dan menyanyikan lagu yang di ciptakan sendiri semua penonton tepuk tangan dengan meriah, karena mungkin penonton tidak menyangka bahwa rektor Universitas PGRI Semarang, seorang anak fakultas hukum mampu memainkan gitar dan menciptakan lagu sendiri layaknya seorang seni.
            Kemudian rektor juga membacakan puisi yang berjudul “mereka memalsukan kisahku” dengan suara yang merdu dan suara yang lihai dalam membacakan puisi karangan Triyanto Triwikromo tersebut. Penonton sangat memperhatikan rektor yang sedang membacakan puisi tersebut. Penonton seperti terbawa suasana, seperti hidup di dalam puisi tersebut.
            Selanjutnya Dra. Sri Suciati, M.Hum seorang wakil rektor 1 Universitas PGRI Semarang yang membacakan puisi bersama dengan  Erda mahasiswi program studi Bahasa Inggris. Puisi yang dibacakan adalah puisi yang berjudul “selir musim panas”. Sebelum membacakan puisi bu Suci itu menyanyikan sebuah lagu bersana Erda, dengan suara yang sangat merdu dan indah sekali. Penonton sampai terkagum-kagum mendengar suara emas bu Suci dan Erda. Suara bu Suci yang dipadukan dengan Erda membuat suasana di ruangan tersebut menjadi kondusif, tentram dan membuat hati menjadi tenang setelah mendengar suara bu Suci dan Erda.
             Ketika bu Suci membacakan puisi tersebut yang diciptakan oleh Triyanto Triwikromo yang berjudul “selir di musin panas”. Saat itu penonton sangat antusias. Semua mata penonton tertuju ke bu Suci yang sedang membacakan puisi tersebut. Acara tersebut berjalan dengan sangat lancar tanpa ada suatu kendala apapun yang dapat mengahambat jalannya acara UPGRIS Bersastra.
            Penonton khususnya dari fakultas bahasa diharapkan dapat mencontoh jalannya karier Triyanto Triwikromo seorang pengarang puisi. Perjuangan yang begitu berat dan semangat yang begitu tinggi untuk menulis beberapa buku. Sampai akhirnya Trinyanto Triwikromo berhasil dan dengan hasil yang memuaskan.
            Anak bahasa buakan hanya bisa menjdi guru yang profesional tetapi bisa menjadi pengarang puisi atau cerpen yang terkenal dan cemerlang dengan banyak penggemar buku yang dikarang oleh anah bahasa. Kita sebagai anak bahasa dapat mulai menulis dari sekarang, dan tulisan-tulisan tersebut di kirim ke media massa atau redaktur koran agar tulisannya dapat di muat di koran. Dimulai dari situlah kita dapat membiasakan diri untuk menulis, mengarang, atau menciptakan sebuat puisi, opini, cerpen dll.
            Pak pras seorang yang menganalisis cerpen yang berjudul “bersepeda ke neraka” karangan Triyanto Triwikromo. Beliau sangat tertarik dengan cerpen tersebut. Dilihat dari judulnya “bersepeda ke neraka” sudah sangat unik, bagaimana bisa bersepeda ke neraka. Disitulah pak pras meganalisis cepen “bersepeda keneraka” karangan  Triyanto Triwikromo. Kemudian kritikus yang bernama Dr. Nur Hidayat, M.Hum. dosen Universitas PGRI Semarang yang menjadi kritikus sastra. Beliau juga yang mengkritik buku yang dikarang oleh Triyanto Triwikromo.
            Biscuittime yang di undang untuk menyanyikan beberapa lagu. Dengan 2 laki-laki yang bermain gitar (gitaris) dan 1 wanita cantik dan anggun yang bernyanyi (vokalis), mereka juga adalah mahasiswa dari Universitas PGRI Semarang yang mengikuti kegiatan “kias” di Universitas PRGI Semarang. Menyanyikan lagu yang berjudul “moksa” puisi karya Triyanto Triwikromo, yang terinpirasi dengan puisi tersebut dan lagu yang berjudul “aku hanya angin aku hanya langit” puisi karangan Triyanto Triwikromo pula, puisi itu di buat lagu, dengan suara yang sangat merdu dan indah.

            Dari awal sampai akhir kegiatan sangat lancar, para penonton khususnya fakultas bahasa merasa sangat puas apa yang ditampilkan dalam acara “UPGRIS Bersastra” tersebut. Dalam mengadakan acara tersebut mempunyai harapan agar para penonton dapat menulis atau mengungkapkan ide-ide yang ada difikiran mereka dengan menulis, dan dengan tulisan-tulisan tersebut mereka dapat menjadi seorang pengarang seperti Triyanto Triwikromo, bahkan berharap lebih dari TriyantoTriwikromo, agar menciptakan atau melahirkan generasi baru yang cemerlang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar